Bekasi, 21 Agustus 2026 — Masjid Baitul Makmur, Perumahan Telaga Sakinah, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menjadi lokasi kunjungan ilmiah dalam rangka penelitian tesis mahasiswa Program Magister Ilmu Hadis, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Ahmad Iqbal Annahawan, mahasiswa Program Magister Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai bagian dari proses penyusunan tesis. Kegiatan penelitian mencakup observasi langsung di lingkungan masjid, wawancara mendalam, serta pengumpulan data primer yang berkaitan dengan objek penelitian.

Mengkaji Implementasi Ekologi Islam di Lingkungan Masjid

Penelitian ini secara khusus menyoroti bagaimana gerakan ekologi diterapkan di Masjid Baitul Makmur serta bagaimana nilai-nilai teologis Islam diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Masjid tidak hanya dipandang sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan umat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Perspektif tersebut sejalan dengan semangat EcoMasjid MUI, yang mendorong masjid untuk menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan melalui gerakan yang berbasis nilai-nilai Islam.

Masjid Baitul Makmur merupakan salah satu masjid binaan dalam gerakan EcoMasjid MUI. Kehadiran program EcoMasjid MUI di lingkungan masjid menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi masjid agar memiliki kepedulian yang lebih kuat terhadap aspek ekologis, sekaligus menghubungkan ajaran Islam dengan praktik nyata pelestarian lingkungan.

Dari Nilai Teologis Menuju Gerakan Ekologis

Kegiatan penelitian ini menjadi momentum penting untuk melihat secara lebih dekat hubungan antara Islam, masjid, dan lingkungan hidup.

Nilai-nilai Islam tentang amanah manusia sebagai khalifah di bumi, larangan melakukan kerusakan, serta kewajiban menjaga keseimbangan alam dapat diwujudkan melalui berbagai gerakan sederhana dan berkelanjutan di lingkungan masjid.

Dalam konteks EcoMasjid MUI, upaya tersebut diarahkan agar pengelolaan masjid tidak berhenti pada aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup tata kelola, pelayanan umat, serta praktik-praktik ramah lingkungan.

Pengembangan EcoMasjid MUI sendiri diarahkan menuju sistem yang memiliki standar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pembahasan standar EcoMasjid MUI, penilaian dikembangkan melalui sejumlah dimensi, antara lain manajemen, konstruksi, lingkungan, dan pelayanan.

Dengan demikian, keberadaan Masjid Baitul Makmur sebagai bagian dari binaan EcoMasjid MUI tidak hanya menjadi praktik di tingkat komunitas, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran dan penelitian mengenai bagaimana nilai-nilai ekologis Islam diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.

Masjid sebagai Pusat Gerakan Lingkungan

Kunjungan akademik tersebut sekaligus menunjukkan bahwa praktik pengelolaan lingkungan berbasis masjid memiliki ruang yang luas untuk dikaji secara ilmiah.

Masjid dapat menjadi titik temu antara keagamaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian lingkungan. Dari ruang masjid, kesadaran ekologis dapat dibangun secara bertahap melalui keteladanan, edukasi jamaah, serta aksi nyata yang melibatkan masyarakat.

Semangat inilah yang terus didorong melalui gerakan EcoMasjid MUI: menjadikan masjid bukan hanya tempat untuk membangun kesalehan individual, tetapi juga menjadi pusat gerakan sosial dan ekologis yang memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan.

Kegiatan penelitian di Masjid Baitul Makmur diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam memperkaya kajian mengenai ekoteologi Islam, khususnya tentang hubungan antara nilai-nilai keislaman dengan praktik pelestarian lingkungan di tingkat komunitas.

Bagi EcoMasjid MUI, keterlibatan akademisi dan mahasiswa dalam mengkaji praktik-praktik ekologis di masjid juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengetahuan, dokumentasi, dan pengembangan model EcoMasjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Dari Masjid Kita Bangkit, Bersama Umat Kita Makmur

Kegiatan penelitian dan observasi di Masjid Baitul Makmur menjadi salah satu contoh bahwa gerakan lingkungan dapat tumbuh dari ruang-ruang keagamaan dan kehidupan sehari-hari umat.

Melalui semangat kolaborasi antara masjid, jamaah, akademisi, dan EcoMasjid MUI, nilai-nilai Islam tentang menjaga bumi diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi hadir dalam bentuk gerakan yang nyata dan berkelanjutan.

Eco Masjid Baitul Makmur
Perumahan Telaga Sakinah, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Dari Masjid Kita Bangkit.
Bersama Umat Kita Makmur.

Jumat, 21 Agustus 2026

Leave a Comment