Oleh Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd. Seorang anak belajar tentang lingkungan bukan hanya ketika membaca buku mengenai pencemaran. Ia juga belajar ketika melihat gurunya mematikan lampu, menemukan keran yang dibiarkan bocor, atau memperhatikan makanan yang dibuang setelah makan bersama. Kehidupan sehari-hari di lembaga pendidikan menyampaikan pesan tentang bagaimana manusia memperlakukan alam. Pesan itu dapat memperkuat pembelajaran,…
SelengkapnyaBEKASI — Persoalan sampah di Kabupaten Bekasi membutuhkan langkah nyata yang tidak hanya mengandalkan penanganan di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Semangat tersebut mulai diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia usaha, pengelola persampahan dan lingkungan masjid. Pada Senin (28/9/2026), PT Sankei Gohsyu Industries (SGI) bersama PT Harrosa Darma Nusantara…
SelengkapnyaLPLH SDA MUI — Pelestarian lingkungan tidak semestinya ditempatkan sebagai isu yang berdiri sendiri di luar kehidupan keagamaan. Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan, kelestarian alam, sumber daya air, tumbuhan, hewan, hingga keseimbangan ekosistem merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Pesan tersebut mengemuka dalam Muzakarah Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara yang…
SelengkapnyaJAKARTA — Dakwah di tengah masyarakat perkotaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Keragaman karakter masyarakat, perubahan pola komunikasi, perkembangan ruang digital, hingga munculnya berbagai komunitas berbasis profesi, hobi, generasi, dan kepentingan sosial menuntut para dai untuk tidak hanya mampu menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memahami realitas kehidupan masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Up Grading…
SelengkapnyaOleh: Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd.Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia Dakwah tidak pernah berlangsung di ruang hampa. Ia selalu berjumpa dengan manusia yang memiliki pengalaman hidup, kebudayaan, pekerjaan, kegemaran, persoalan, harapan, bahkan cara tersendiri dalam memahami agama. Karena itu, perubahan masyarakat menuntut perubahan dalam cara dakwah dilakukan. Bukan ajaran…
SelengkapnyaKetika Merusak Alam Menjadi Ancaman Terhadap Kehidupan Oleh: Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd. (Ketua LPLH&SDA MUI) Ada perubahan penting dalam cara kita memandang kerusakan lingkungan. Selama bertahun-tahun pembakaran hutan, perusakan kawasan, pencemaran sungai, eksploitasi sumber daya alam, dan penghancuran ekosistem sering dipersepsikan sebagai persoalan sektoral lingkungan hidup. Kerusakan terjadi, pelaku dikenai sanksi, rehabilitasi dilakukan, kemudian kehidupan…
SelengkapnyaOleh: Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd. Ketika mendengar kata sains, pikiran kita sering langsung tertuju kepada laboratorium, mikroskop, rumus, eksperimen, teknologi modern, dan berbagai istilah ilmiah yang terkadang terasa jauh dari kehidupan masyarakat. Padahal jauh sebelum sains diajarkan secara formal di sekolah, masyarakat telah berinteraksi dengan berbagai fenomena alam dan mengembangkan pengetahuan berdasarkan pengalaman yang diwariskan…
SelengkapnyaOleh: Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd. Berita hilangnya lima jurnalis bersama tiga awak kapal di perairan Selat Sunda ketika melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau membawa pikiran saya jauh ke masa kecil. Pada 7 September 2026, rombongan tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari kawasan Carita untuk melakukan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau. Setelah komunikasi…
SelengkapnyaOleh: Dr. Suhardin, S.Ag., M.Pd. Fenomena air laut yang tiba-tiba surut jauh dari garis pantai sering menimbulkan pertanyaan dan kegelisahan di tengah masyarakat. Apakah surutnya laut merupakan pertanda akan datangnya tsunami? Apakah ia hanya fenomena pasang-surut biasa? Ataukah perubahan tersebut merupakan bagian dari gejala alam yang lebih kompleks? Pertanyaan ini penting dijawab bukan hanya dengan…
SelengkapnyaDr. Suhardin, S. Ag., M. Pd. (Ketua LPLH&SDA MUI) El Niño merupakan fenomena iklim global yang lahir dari interaksi antara laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis. Namanya berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”. Meskipun terjadi ribuan kilometer dari Indonesia, perubahan suhu laut tersebut mampu memengaruhi pola angin, pembentukan awan, curah hujan, pertanian,…
Selengkapnya
Recent Comments