Jakarta, 10 Juni 2026 – Pengurus Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH SDA MUI) menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi Aksi Iklim Lintas Iman yang diselenggarakan oleh Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) di Ecodeck, Hutan Kota by Plataran, Gelora Bung Karno, Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Dialog Menuju Aksi Kolaboratif: Membangun Gerakan Ekologi Lintas Agama yang Berkelanjutan”.

Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian diskusi lintas agama yang sebelumnya melibatkan perwakilan agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antar komunitas agama dalam merespons krisis iklim melalui pertukaran praktik baik, penyusunan agenda aksi bersama, serta penguatan jejaring gerakan lingkungan lintas iman.

Direktur Eksekutif AYANA, Rizal Algamar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pemuka agama dan rumah ibadah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap tantangan perubahan iklim. Menurutnya, isu iklim harus diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat dan menjadi gerakan berbasis nilai yang menyentuh akar rumput. Ia juga menekankan bahwa rumah ibadah perlu menjadi pusat perubahan perilaku dan edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Prof. Amelia Fauzia, para peserta membahas berbagai program lingkungan yang telah berkembang di masing-masing komunitas agama. Dari komunitas Islam, salah satu program yang mendapat perhatian adalah Eco Pesantren dan Green Wakaf, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan bersama gerakan lingkungan lintas agama lainnya.

FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya menjadikan rumah ibadah sebagai pusat edukasi lingkungan, menyusun modul pengelolaan sampah di rumah ibadah, memperkuat kolaborasi lintas iman, serta mendorong lahirnya Gerakan Nasional Rumah Ibadah Ramah Lingkungan. Selain itu, peserta juga mengusulkan pembentukan sekretariat bersama (sekber) aksi iklim lintas iman untuk memperkuat koordinasi, advokasi kebijakan, dan diseminasi dampak program secara lebih luas.

Kehadiran LPLH SDA MUI dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen MUI untuk terus menguatkan peran umat dan institusi keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Melalui berbagai program seperti EcoMasjid, Green Wakaf, pengelolaan sampah berbasis masjid, konservasi sumber daya alam, dan edukasi lingkungan, LPLH SDA MUI terus mendorong terwujudnya gerakan ekologi Islam yang berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan dan keadilan iklim.

Forum lintas iman ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terbentuknya gerakan aksi iklim bersama yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan, doa lintas iman, dan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama menjaga bumi sebagai amanah bagi generasi masa depan.

Leave a Comment